Pesawat Airbus Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis

Pesawat Airbus Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2026 07:43 WIB
Airbus 350-1000
Ilustrasi/Foto: Airbus
Jakarta -

Airbus berhasil menyelesaikan uji terbang maraton selama lebih dari 24 jam menggunakan pesawat A350-1000ULR. Pesawat lepas landas dari Melbourne, Australia, dan mendarat di Toulouse, Prancis, pada Selasa (28/7/2026).

Ini merupakan bagian dari pengembangan pesawat untuk Project Sunrise milik maskapai Qantas. Uji terbang ini menjadi tonggak penting menuju peluncuran penerbangan komersial nonstop terlama di dunia.

Dikutip dari Reuters, Rabu (29/7/2026), Qantas menargetkan mulai mengoperasikan rute Sydney-London tanpa transit pada 2027, yang diharapkan mengubah pola perjalanan jarak jauh dengan menghilangkan kebutuhan singgah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airbus mengatakan, pesawat tersebut berada di udara selama 24 jam 24 menit dan menempuh jarak sekitar 23.075 kilometer (km) tanpa henti sebelum mendarat di fasilitas Airbus di Toulouse. Pesawat ini dilengkapi tangki bahan bakar tambahan yang dirancang khusus untuk mendukung penerbangan ultra jarak jauh.

ADVERTISEMENT

Penerbangan uji coba itu juga menyedot perhatian publik. Penyedia layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat lebih dari 3,6 juta orang mengikuti perjalanan pesawat secara langsung.

Angka itu menjadikannya penerbangan paling banyak dipantau kedua dalam sejarah platform tersebut, setelah penerbangan yang membawa peti jenazah Ratu Elizabeth II pada 2024.

Sebagai perbandingan, rekor sebelumnya dipegang Boeing 777-200LR Worldliner yang pada 2005 terbang sejauh 21.601,7 km dari Hong Kong ke London dalam waktu 22 jam 42 menit.

Qantas telah memesan 12 unit A350-1000ULR yang dimodifikasi untuk melayani rute nonstop dari pantai timur Australia menuju London dan New York dengan waktu tempuh sekitar 19 hingga 21 jam, tergantung rute dan kondisi angin.

Pesawat pertama dijadwalkan dikirim pada April 2027. Selain membawa 20.000 liter bahan bakar tambahan, pesawat tersebut memiliki kapasitas 238 penumpang. Qantas menargetkan penerbangan harian nonstop Sydney-London mulai beroperasi pada Oktober 2027.



(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads