Harga Cabai Rawit-Perhiasan Emas Turun Bikin RI Deflasi 0,14%

Harga Cabai Rawit-Perhiasan Emas Turun Bikin RI Deflasi 0,14%

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 03 Agu 2026 14:12 WIB
Dua anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manggala memanen cabai rawit organik di kebun sayur RW 7 Cangkiran, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/4/2025). KWT Putri Manggala mengelola kebun sayur di sembilan RT di kawasan tersebut dengan salah satu lahannya ditanami cabai yang menghasilkan rata-rata 5 kilogram cabai rawit dan 5 kilogram cabai merah keriting setiap kali panen yang kemudian dipasarkan ke warga sekitar sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan ketahanan pangan di wilayah perkotaan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,14% secara bulanan pada Juli 2026. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi pada Juli 2026.

Ateng menjelaskan komoditas bawang merah, cabai merah, hingga cabai rawit yang turun harganya jadi pendorong deflasi. Menurutnya harga yang makin murah terjadi karena beberapa komoditas tersebut tengah mengalami musim panen sehingga pasokannya melimpah. Namun, tingkat permintaan atau demand terpantau masih stabil.

"Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini yaitu bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,11% cabai merah dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06%. Telur ayam ras dan tomat dengan ambil deflasi sebesar 0,03% dan serta juga jeruk dengan andil deflasi sebesar 0,02%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika ada suplai yang relatif banyak kemudian demand-nya itu masih stabil maka otomatis akan terjadi deflasi," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ateng merinci adanya peningkatan produksi komoditas hortikultura jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan suplai ini terutama sudah memasuki musim panen di sejumlah daerah sentra produksi di Pulau Jawa.

"Misalnya, untuk bawang merah, peningkatan produksi terjadi di Kabupaten Malang di Jawa Timur, Kabupaten Brebes di Jawa Tengah, Dan juga Kabupaten Kendal di Jawa Tengah," imbuh Ateng.

Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok perawatan dan jasa lainnya juga memberikan andil deflasi. Deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama didorong oleh deflasi emas perhiasan sebesar 3,58% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,08%.

"Jika melihat dinamika dalam 3 bulan terakhir, harga emas mengalami tren penurunan walaupun di level harganya masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga emas pada tahun yang lalu," tambah Ateng.

(rea/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads