Keanehan Rupiah Bebani Industri Otomotif

Keanehan Rupiah Bebani Industri Otomotif

- detikFinance
Sabtu, 01 Des 2007 16:24 WIB
Karawang - Disaat mata uang lain menguat atas dolar AS, nilai tukar rupiah justru melemah. Keanehan pergerakan rupiah itu menimbulkan beban tersendiri bagi industri otomotif.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di sela acara 'Honda Green Initiative Experience' di Pabrik HPM, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (31/11/2007).

"Kenaikkan harga minyak dan rupiah yang melemah tidak menguntungkan kami, apalagi jika kita melakukan transaksi dengan Jepang, lemahnya rupiah memberatkan kami," jelasnya.

Pergerakan rupiah memang aneh dan terkadang tak seirama dengan mata uang lainnya. Nilai tukar rupiah pekan ini sempat merosot hingga level 9.400 per dolar AS. Padahal mayoritas mata uang, terutama euro dan yen justru justru sedang mencatat penguatan atas dolar AS.

Pelemahan rupiah itu, menurut Jonfis, menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga mobil. Rencananya, Honda pun akan menaikkan harga produknya sekitar 2-3%.

"Tapi selain kami, semua produsen otomotif di Indonesia juga akan menaikkan harga jual produknya akibat kondisi ini, kami berharap hal ini dapat kami atasi," jelasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads