Purbaya Ambil Alih Utang Kereta Cepat!

Purbaya Ambil Alih Utang Kereta Cepat!

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2026 15:43 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga semester I 2026. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendap
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah membahas penyelesaian restrukturisasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Hasilnya, utang tersebut akan dialihkan ke Kementerian Keuangan.

Purbaya mengatakan proses pengalihan tersebut ditargetkan akan rampung pada pertengahan September mendatang.

"Jadi, pembahasan yang pertama adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah akan clear," ujar Purbaya usai pertemuan tersebut di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya memastikan penyelesaian utang tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, pengelolaan utang serta aka ditarik ke Kemenkeu dan dikelola melalui Special Mission Vehicle (SMV) milik Kemenkeu.

ADVERTISEMENT

"Dialihkan ke Kemenkeu, dikelola saya semuanya KCIC itu, tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," beber Purbaya.

Purbaya menjelaskan kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) nantinya tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan dialihkan di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.

PT KCIC sendiri merupakan perusahaan patungan milik konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan konsorsium perusahaan China. Rinciannya, kepemilikan saham 60% oleh pihak Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% oleh konsorsium China. Dengan begitu, Purbaya menyebut sebanyak 60% kepemilikan saham KCICI akan dialihkan ke Kemenkeu.

"(Kepemilikan KCIC) di saya, bukan (di bawah KAI). 60% (saham) kasih ke kita, 40% ada yang lain, masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," beber Purbaya.

Sementara itu, COO Danantara Dony Oskaria belum menyebut besaran utangnya. Sebab, saat ini pihaknya masih menghitung.

"Pada saat penyerahan nanti ya, details-nya akan dihitung. Pertengahan September paling lambat," tutur ia.

Lihat juga Video: Purbaya Tunggu Aset KCIC untuk Bereskan Utang Kereta Cepat

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads