Industri Beralih ke Listrik PLN, Beban Meningkat 500 MW

Industri Beralih ke Listrik PLN, Beban Meningkat 500 MW

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 12:33 WIB
Jakarta - Seiring kenaikan harga minyak mentah dunia, industri pun akhirnya memilih menggunakan listrik PLN ketimbang pembangkitnya sendiri. Akibatnya, beban PLN terutama untuk sistem Jawa-Bali naik sekitar 500 MW. Khusus untuk DKI Jakarta, kenaikannya mencapai 300 MW.
 
Menurut Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono menjelaskan seiring kenaikan harga minyak dunia dalam dua bulan terakhir, industri nampaknya kewalahan membeli BBM yang tidak disubsidi. Akhirnya mereka beralih ke pasokan listrik dari PLN. Industri yang beralih ke listrik PLN terutama dari Jawa bagian Barat.
 
"Karena harga BBM naik, jadi mereka beralih ke listriknya PLN," katanya usai rapat dengan Menteri ESDM dan PLN di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (3/12/2007).
 
Untuk itu, pemerintah memberi waktu satu bulan kepada PLN agar segera mencari solusi untuk mengatasi kenaikan beban puncak itu.
 
"Tadi pak Menteri minta PLN untuk mencari cara mengatasi beban puncak itu," katanya.
 
Direktur Energi Primer dan Pembangkitan PLN Ali Herman Ibrahim mengakui adanya kenaikan beban listrik sejak November silam. Untuk beban Jakarta saja, naik dari 4.500 MW menjadi 4.800 MW.
 
Padahal, di sisi lain, pasokan gas untuk PLTG Muara Karang dan PLTG Tanjung Priok dari BP ONWJ sedang menurun. Akibatnya listrik yang dihasilkan pun menurun.
 
Ali Herman menjelaskan, solusi yang saat ini terpikirkan PLN adalah dengan mengalihkan pasokan listrik untuk beberapa pelanggan di Jakarta yang semula dari Jakarta ke pasokan dari Depok.
 
"Kita lakukan manuver pasokan listrik dari Jakarta ke Depok," katanya pada kesempatan yang sama. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads