Prabowo: Saya Bertekad Teruskan MBG, yang Korupsi Orang Biadab

Prabowo: Saya Bertekad Teruskan MBG, yang Korupsi Orang Biadab

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2026 11:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan. (YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan. (YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prabowo, pembangunan manusia dimulai dari pemenuhan gizi agar anak-anak Indonesia tidak ada yang belajar dalam keadaan kelaparan.

Prabowo menekankan pentingnya asupan gizi untuk mengatasi masalah stunting yang sempat mencapai 25% di sejumlah wilayah.

"Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan MBG untuk atasi itu, untuk atasi stunting yang dialami anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25%," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menyoroti satu dari empat anak Indonesia yang mengalami stunting membuat perkembangan sel otak serta tulang anak menjadi tidak maksimal. Dengan perkembangan tersebut, Prabowo menilai untuk bekerja sebagai buruh saja mungkin tidak sanggup. Untuk itu, ia memastikan program MBG akan terus berjalan dengan berbagai perbaikan dan peningkatan efisiensi pengawasan.

ADVERTISEMENT

Prabowo mengecam keras terhadap pihak-pihak yang berniat korupsi dalam program MBG. Ia menilai tindakan korupsi pada program gizi anak adalah perbuatan yang tidak memiliki nilai kemanusiaan sama sekali.

"Kita tidak boleh teriak 1 dari 4 anak stunting. Oleh karena itu, saya bertekad teruskan MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi. Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang orang biadab, tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan," tegasnya.

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads