Hal tersebut disampaikan ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan, usai acara 'INDEF Outlook 2008' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (4/12/2007).
"Yang bermasalah itu kalau selisih harga minyak dunia agak besar terhadap harga minyak domestik yang disubsidi. Dampaknya adalah memperbesar penyelundupan dan potensi penimbunan," kata Fauzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembatasan premium bersubsidi bisa memperkecil selisih antara harga minyak dunia dan domestik. Berbagai kejahatan seperti penyelundupan dan penimbunan bisa diperkecil," kata Fauzi.
Namun, ia menekankan, jika tujuan pemerintah dalam pembatasan itu adalah untuk mengurangi defisit APBN 2008, menurutnya hal itu tidak akan terlalu berpengaruh besar.
"Karena dampak dari pembatasan itu, tidak sebesar dampak kenaikan harga minyak dunia. Jadi saya kira jika tujuannya demikian tidak akan terlalu efektif," tandas Fauzi.
Sementara itu, dalam presentasinya, ia memproyeksikan pada 2008 harga minyak akan turun ke level US$ 69 per barel.
"Hal itu dipicu oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, demand terhadap minyak pun akan turun, sehingga mendorong harga minyak dunia untuk turun," kata Fauzi.
(dro/ddn)











































