Harga Minyak Takkan Turun di Bawah US$ 80 per Barel

Harga Minyak Takkan Turun di Bawah US$ 80 per Barel

- detikFinance
Rabu, 05 Des 2007 17:22 WIB
Jakarta - Harga minyak diyakini tetap tinggi dan tidak akan turun di bawah level US$ 80 per barel. Karenanya, pemerintah harus bekerja keras untuk mengurangi subsidi.

"Saya rasa harga minyak tidak akan turun dari US$ 80 per barel, berdasarkan pengalaman turun dari US$ 80 nggak mungkin," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam diskusi publik di Marios Place, Jakarta, Rabu (5/12/2007).

Oleh karena itu, pemerintah mencari cara agar subsidi BBM bisa dihemat. Antara lain melalui pembatasan premium bersubsidi.

Namun Paskah enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai apa langkah yang akan dilakukan pemerintah jika pembatasan itu tidak berhasil. Tetapi salah satu opsi lainnya adalah pengurangan subsidi bagi PLN.

"Nantinya PLN melakukan konversi, tidak lagi menggunakan BBM sehingga subsidi BBM tidak akan bertambah.        

Ia mengungkapkan, di Jabodetabek konsumsi BBM sampai 15 juta kiloliter. Nantinya, ditargetkan BBM yang disubsidi di Jabodetabek hanya tinggal 60%.

"Sehingga kita bisa hemat subsidi Rp 6 triliun," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads