×
Ad

Ekonomi Kuartal IV Digenjot Lewat Harbolnas

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2026 05:55 WIB
Ilustrasi.Foto: Harbolnas 11.11 (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Target belanja setinggi ini dimaksudkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2026.

"Tahun lalu kita capai sebesar Rp 36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%. Jadi targetnya tahun ini Rp 40 triliun," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Harbolnas diselenggarakan pada 10-16 Desember 2026 mendatang. Dengan target transaksi mencapai Rp 40 triliun ini, kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026.

"Ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat, dan arahan Bapak Presiden dalam pidato kemarin tanggal 14 ini di kuartal keempat target pertumbuhannya menuju 6% atau 6% di kuartal keempat karena ini akan menjadi landasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 6% di tahun 2027," terang Airlangga.

Menurutnya target transaksi setinggi ini bukan hal yang mustahil mengingat ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan menjadi sekitar US$ 100 miliar pada 2025 kemarin. Indonesia juga telah menjadi salah satu pasar utama video commerce.

"Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90% yaitu 2,6 miliar transaksi," kata Airlangga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menambahkan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus menjadi stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

"Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman," terang Busan.

Mendag juga memastikan pada Harbolnas tahun ini para pedagang yang mengikuti kegiatan akan terdata dalam sistem Kementerian. Hal ini dimaksudkan untuk memantau aktivitas perdagangan selama rangkaian program tersebut.

Selain itu pendataan pedagang yang terlibat juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah memantau produk yang dijual selama Harbolnas. Sebab Harbolnas tahun ini diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM.

"Ya nanti ketahuan dari ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua," tutur Mendag.

Sebagai informasi, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun atau naik 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rpb31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang sekitar 45% dari total transaksi dengan nilai capai Rp 16,6 triliun.




(igo/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork