Sensus Ekonomi 2026 sedang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Mei lalu. Sensus bakal berakhir akhir bulan ini.
BPS terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data ekonomi dari masyarakat secara langsung. Sensus Ekonomi sendiri disebut sebagai program pemerintah untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi yang mencakup 20 kategori usaha.Lantas, apa fungsi data tersebut?
Dilansir dari laman resmi BPS, Minggu (30/8/2026) data yang dihasilkan akan mendukung perencanaan dan keputusan strategis pemerintah. Data ini juga memotret tren perekonomian terkini, serta membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan beberapa bentuk data. Pertama, Peta Ekonomi Indonesia yang memotret keadaan terkini struktur ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Kedua, data berbentuk Analisis Sektoral yang di dalamnya mengandung informasi masing-masing sektor baik menurut skala usaha, maupun menurut wilayah. Ketiga, data berbentuk masukan atau insight yang isinya berupa tinjauan analisis lainnya seperti ekonomi lingkungan dan ekonomi digital.
Presiden Prabowo Subianto sendiri juga menekankan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk memperbarui data perekonomian Indonesia. Menurutnya, kualitas data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu penentu akurasi kebijakan dan penyusunan APBN.
Prabowo mengatakan, Indonesia sudah lebih dari 10 tahun belum melakukan pembaruan metode dan dasar penghitungan aktivitas ekonomi. Hal ini diungkapkan olehnya dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya beberapa waktu lalu.
Masyarakat, pinta Prabowo, harus ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga akhir bulan ini. Sensus tersebut melibatkan sekitar 251.000 petugas yang bekerja di seluruh desa di Indonesia.
"Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan rebasing, atau pembaharuan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita," kata Prabowo.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menegaskan data yang dikumpulkan BPS tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi masyarakat yang dilaporkan.
"Saya minta agar saudara-saudara sekalian yang mendengarkan saya pada siang hari ini, saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya. Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan," beber Prabowo.
(acd/acd)









































