Inflasi Agustus 0,21%, Didorong Daging Ayam-Emas Perhiasan

Inflasi Agustus 0,21%, Didorong Daging Ayam-Emas Perhiasan

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 11:13 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan, dan 3,19% secara tahunan. Sedangkan inflasi secara tahun kalender sebesar 1,86%.

"Pada Agustus 2026 terjadi inflasi sebesar 0,21% secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus tahun 2026. Secara tahunan atau year on year terjadi inflasi sebesar 3,19%. Secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,86%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Ia melanjutkan, kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi Agustus terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang dominan mendorong inflasi yaitu, daging ayam ras dengan andil 0,17%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok pengeluaran yang mendorong terjadi inflasi bulanan terbesar terutama pada makanan minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,57% dan kelompok tersebut memberikan adil inflasi sebesar 0,17%. Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, cabai rawit hingga beras juga menyumbang inflasi Agustus dengan andil masing-masing 0,02%. BPS juga mencatat rokok memberikan andil inflasi Agustus 0,01%.

"Kemudian cabai rawit, ikan segar, dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%. Serta kacang panjang, buncis, jagung manis ketimun, semangka, sigaret Kretek mesin dan juga sigaret putih mesin dengan andil inflasi masing-masing 0,01%," lanjutnya.

Berikutnya, emas perhiasan memberikan andil inflasi Agustus sebesar 0,02%.

"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,03% dengan inflasi sebesar 0,37%. Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh inflasi emas perhiasan sebesar 0,75% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02%," katanya.

Lihat juga Video: BI Naikkan Rate Jadi 5,75%: Hadapi Gejolak Global, Jaga Rupiah & Inflasi

(ara/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads