Demikian 'Laporan Neraca Pembayaran Indonesia' yang dirilis BI, seperti dikutip detikFinance, Senin (10/12/2007).
Untuk pembayaran cicilan utang luar negeri sektor swasta pada tahun 2008 meningkat menjadi US$ 11,8 miliar dari sebelumnya US$ 9,5 miliar. Hal itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan ekonomi domestik.
Sedangkan penarikan ULN akan meningkat dari US$ 14,6 miliar menjadi US$ 16,2 miliar, yang terdiri dari penarikan ULN swasta sebesar US$ 11,5 miliar. Penarikan ULN swasta itu meningkat dibandingkan sebelumnya yang sebesar US$ 9,9 miliar.
Penarikan ULN pemerintah sebesar US$ 4,7 miliar, atau relatif sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan pembayaran ULN dan perubahan aset milik penduduk di luar negeri, maka secara netto defisit investasi lain diperkirakan meningkat dari US$ 6,9 miliar menjadi US4 8,6 miliar. Jumlah itu lebih tinggi dari perkiraan semula US$ 8,1 miliar.
(qom/ir)











































