Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) meminta pemerintah untuk dapat memberikan kesempatan bagi Pertashop menyalurkan BBM subsidi. Saat ini Pertashop hanya bisa menyalurkan BBM nonsubsidi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HPMPI, Steven, mengatakan Pertashop memiliki jaringan yang telah tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Tercatat saat ini terdapat sekitar 6.500 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, dengan banyaknya outlet tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membantu menyalurkan BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk rekan-rekan wilayah Pertashop yang memungkinkan dan memenuhi kriteria, mohon sekiranya dapat diizinkan dibukakan peluang menjadi SPBU Kompak ataupun menjadi SPBU menjadi lembaga penyalur," katanya dalam Rapat Audiensi dengan Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).
Adapun usulan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya harga BBM nonsubsidi. Steven menyampaikan bahwa adanya perbedaan harga yang tinggi antara BBM nonsubsidi dengan BBM subsidi mengakibatkan konsumen beralih ke BBM subsidi.
Kondisi ini kata Steven menjadi celah timbulnya penjualan BBM subsidi secara eceran. Oleh karena itu, ia meminta DPR untuk memberikan masukan kepada pemerintah untuk menertibkan penjual BBM secara eceran.
"Penertiban eceran. Karena sudah ada jaringan kami, Pimpinan, di seluruh wilayah pelosok Indonesia. Kenapa tidak dimanfaatkan? Sebab kehadiran kami tentunya membawa hal-hal positif bagi daerah di mana kami berada. Harap ini menjadi pertimbangan, Pimpinan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Steven meminta adanya pembahasan lebih bersama dengan kementerian dan lintas sektor untuk membahas keberlanjutan usaha Pertashop. Setelah adanya rencana Koperasi Desa Merah Putih untuk menyalurkan barang subisidi.
"Kami harapkan adalah lintas kementerian dan juga lintas sektor. Karena beberapa waktu yang lalu kami sempat mendengar mendapat rumor yang beredar adanya bentuk usaha (Koperasi Desa Merah Putih) yang sama dari kementerian yang lain. Karena kita menghindari adanya tumpang tindih., akan lebih baik kalau kita bisa kombinasi, kolaborasi," katanya.
Lihat juga Video: Heboh Petugas Pertashop di Palembang Dianiaya, Diduga Pelaku Dendam










































