Garuda Cek Pesawat Sebelum Terbang Lagi Imbas Abu Vulkanik

Garuda Cek Pesawat Sebelum Terbang Lagi Imbas Abu Vulkanik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2026 12:25 WIB
Garuda Cek Pesawat Sebelum Terbang Lagi Imbas Abu Vulkanik
Garuda Cek Pesawat Sebelum Terbang Lagi Imbas Abu Vulkanik/Foto: Dok. Garuda Indonesia
Jakarta -

Ratusan penerbangan di Indonesia dibatalkan sejak hari Minggu kemarin imbas ditutupnya beberapa bandara karena sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penerbangan baru bisa kembali dilakukan Selasa kemarin setelah bandara dibuka.

Kembali dibukanya bandara menjadi bagian penting dari pemulihan penerbangan setelah terdampak abu vulkanik. Namun, sebelum pesawat kembali melayani penumpang, semua maskapai mulai menyiapkan kondisi teknis armadanya melalui pemeriksaan dan pembersihan serta perawatan sesuai petunjuk pabrikan.

Proses seperti ini juga dilakukan oleh maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Setiap armada Garuda menjalani penanganan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing. Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa kebutuhan penanganan dapat berbeda pada setiap pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan pada masing-masing pesawat. Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan yang dipersyaratkan telah diselesaikan sesuai panduan pabrikan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang," ujar Mukhtaris dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

Abu vulkanik memerlukan penanganan khusus karena partikelnya dapat menempel pada permukaan pesawat maupun masuk ke area komponen dan sistem. Oleh karena itu, penanganannya tidak hanya mencakup pembersihan bagian yang terlihat, tetapi juga pemeriksaan area yang berpotensi terdampak sesuai petunjuk pabrikan.

Pada pesawat yang parkir, perhatian antara lain diberikan pada bagian atas badan pesawat, sayap, dan ekor horizontal, tempat abu dapat mengendap. Saluran masuk udara serta bagian terbuka pada perangkat roda pendaratan juga diperiksa. Apabila pesawat mengalami paparan saat terbang, pemeriksaan turut mencakup kaca kokpit, bagian depan sayap, dan komponen mesin sesuai ketentuan pabrikan.

Proses Pembersihan

Penanganan dimulai dengan pemeriksaan awal pada bagian luar pesawat, mesin, saluran masuk udara, sensor, serta komponen lain yang berpotensi terdampak. Hasilnya menjadi acuan bagi teknisi untuk menentukan area yang perlu dibersihkan maupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Area yang terdampak kemudian dibersihkan menggunakan metode dan material sesuai petunjuk pabrikan. Pemilihan cara pembersihan menjadi penting untuk menjaga kondisi komponen sekaligus mencegah abu masuk lebih jauh ke dalam sistem pesawat.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penanganan tambahan, teknisi melanjutkan pemeriksaan dan perawatan sesuai ketentuan teknis yang disetujui. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan mengikuti kebutuhan setiap pesawat berdasarkan hasil pemeriksaan.

Tahap berikutnya adalah verifikasi kelaikudaraan, yaitu memastikan pesawat memenuhi persyaratan teknis untuk dapat dioperasikan dengan aman. Pesawat hanya kembali melayani penerbangan setelah seluruh pekerjaan yang dipersyaratkan selesai dan status kelaikudaraannya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Upaya menjaga kondisi pesawat dilakukan sejak armada berada di area yang berpotensi terdampak. Berkoordinasi dengan pengelola bandara, Garuda Indonesia melakukan tindakan perlindungan melalui pemasangan penutup pada mesin, saluran masuk udara, sensor, dan komponen lainnya sesuai instruksi pabrikan.

Langkah perlindungan, pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam memastikan kesiapan armada. Bersamaan dengan proses ini, Garuda Indonesia terus memantau informasi keselamatan penerbangan dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, serta pihak terkait untuk mendukung pemulihan operasional secara bertahap.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan landasan setiap keputusan operasional. Kami memahami bahwa penyesuaian penerbangan turut memengaruhi rencana dan waktu berharga para penumpang. Kepercayaan yang diberikan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan, agar setiap perjalanan dapat kembali berlanjut dengan aman dan nyaman," tutup Mukhtaris.

Lihat juga Video Imbas Erupsi Anak Krakatau! 2 Pesawat Garuda Mendarat di Kertajati

Halaman 2 dari 2
(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads