×
Ad

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28%, Ini Penopangnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2026 08:30 WIB
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Batam pada kuartal II 2026 tercatat 7,28% secara yoy. Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 6,99% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%.

Aktivitas ekonomi Batam sendiri ditopang sejumlah sektor, antara lain industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam yang terus menguat.

"Pertumbuhan 7,28% adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif," kata Amsakar dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Batam perlu didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan iklim investasi yang semakin kompetitif.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menuturkan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Li Claudia.

Oleh karena itu, penguatan layanan dasar, penyediaan air bersih, transportasi, serta pembangunan infrastruktur perkotaan disebut akan terus menjadi bagian dari prioritas pengembangan Batam.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan investasi yang masuk ke Batam harus memberikan dampak ekonomi secara nyata, terutama dalam mendorong produksi dan penciptaan lapangan kerja.

"Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja," kata Fary.

Ia menambahkan, keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang dihasilkan, serta jumlah lapangan kerja yang tercipta.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork