Membaca Sentimen Pasar Pasca-Purbaya

detikSore

Membaca Sentimen Pasar Pasca-Purbaya

20detik Signature - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2026 14:52 WIB
Nasib Pasar dan Investasi Usai Menkeu Diganti
Foto: irsyad
Jakarta -

Masih hangat dibicarakan masyarakat soal pergantian pemain di tubuh Kementerian Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa, dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dan digantikan Wakilnya, Suahasil Nazara.

Selain melihat fenomena ini secara terbuka, ada pihak-pihak yang ketar-ketir melihat respons pasar saham. Namun, di momen-momen krusial itu, sentimen pasar justru menuju arah positif.

Seperti ditulis detikFinance, respons positif ini tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil berbalik setelah turun tajam imbas kenaikan harga minyak dunia. Seperti yang dipantau oleh detikFinance di RTI Business, IHSG sempat menguat 0,08% ke level tertingginya secara intraday pada level 6.550 usai Suahasil resmi menjabat sebagai Menkeu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa saat usai dilantik, Suahasil menyebut jika dirinya akan tetap menjaga inflasi di angka 3 persen. Sementara itu, secara umum, dirinya akan tetap berpegang pada sejumlah program prioritas dalam menjalankan tugas kesehariannya.

Pergantian Menkeu bukan hanya soal perubahan pejabat, tetapi juga menyangkut persepsi terhadap arah APBN, pengelolaan utang, defisit, penerbitan SBN, dan koordinasi kebijakan fiskal-moneter. Respons pasar merupakan cerminan dari spekulasi tentang Suahasil membawa kesinambungan, koreksi, atau perubahan besar dalam strategi ekonomi pemerintah.

ADVERTISEMENT

Lalu sejauh mana pergantian Menkeu berpotensi mengubah persepsi risiko Indonesia di mata investor? Simak ulasannya dalam detikSore!

Beralih ke daerah, Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat meringkus empat pemuda yang terlibat dalam praktik pencurian dan penyebaran data pribadi (doxing). Salah satu korban dari aksi ilegal ini adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkap jika sindikat ini memasarkan jasanya melalui platform Telegram dan Instagram. Mereka menawarkan akses pencarian basis data atau lookup database yang mencakup informasi sensitif seperti NIK, alamat, hingga nomor telepon pribadi.

"Modus operandi yang dilakukan orang ini melakukan praktik perdagangan atau data pribadi ilegal dengan cara menawarkan jasa pelacakan serta memamerkan data pribadi milik orang lain, ya, melalui akun Instagram yaitu @azatzx25," kata Hendra di Mapolda Jabar, Rabu (16/9/2026) dilansir dari detikJabar.

Akses terhadap data tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Pengguna diwajibkan membayar sejumlah uang atau mengisi saldo melalui metode pembayaran elektronik. Seperti apa update terbaru dari kasus ini? Sudah berapa lama modus ini beroperasi? Simak laporannya dalam segmen Berita Nusantara.

Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan membahas soal kebutuhan hunian layak dan terjangkau masih jadi tantangan di tengah padatnya kawasan perkotaan Indonesia. Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membentuk tim khusus bersama China untuk menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) di Indonesia.

Kerja sama yang digawangi Menteri PKP Maruarar Sirait ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan yang mencapai 9,29 juta rumah tangga.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian vertikal, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Selain pembangunan fisik, proyek ini juga akan menjadi perhatian dari sisi skema pembiayaan, teknologi, hingga keterjangkauan bagi masyarakat.

Lantas, seperti apa konsep Rusun RI-China dan kapan proyek ini mulai direalisasikan? Bagaimana proyek ini bisa menjawab kebutuhan hunian masyarakat di perkotaan? Temukan jawaban selengkapnya bersama jurnalis detikProperti dalam segmen Sunsetalk.


Ikuti terus berita terbaru dan bermutu dari detikSore. Tonton tayangan langsungnya lewat berbagai platform media sosial. Jangan lupa follow detikSore di Instagram dan TikTok. detikSore Nggak Cuma Hore-hore!

(vys/gub)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads