334 Kg Emas Gagal Diselundupkan!

334 Kg Emas Gagal Diselundupkan!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2026 13:55 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai mengungkap rangkaian penindakan terhadap upay
Foto: Pradita Utama / detikfoto
Jakarta -

Kementerian Keuangan mengungkap maraknya upaya penyelundupan emas sepanjang 2026. Hingga 14 September 2026, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah melakukan 74 kali penindakan dengan total emas mencapai 334,5 kilogram (kg).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penyelundupan tersebut dilakukan dengan membawa emas tanpa prosedur maupun dokumentasi yang semestinya. Emas tersebut terutama hendak dibawa keluar dari Indonesia.

"Penindakan upaya penyelundupan emas, membawa emas dengan secara tidak proper, dengan dokumentasi yang tidak proper, sampai dengan tanggal 14 September yang lalu, selama tahun 2026 ini telah dilakukan 74 kali penindakan. Penindakan, upaya membawa emas, terutama keluar, beratnya 334,5," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emas yang ditemukan dalam penindakan tersebut memiliki berbagai bentuk. Mulai dari emas batangan dan perhiasan hingga berbentuk serbuk emas.

ADVERTISEMENT

"Dengan berbagai macam bentuk emas. Ada yang emas batangan, ada yang emas perhiasan, bahkan ada yang sifatnya itu serbuk emas," ujarnya.

Suahasil menilai praktik tersebut bukan sekadar persoalan pelanggaran prosedur. Menurutnya, penyelundupan emas merupakan upaya membawa sumber daya alam Indonesia ke luar negeri dengan cara yang tidak semestinya.

"Apa efeknya ini? Ini adalah upaya untuk membawa sumber daya alam Indonesia ke luar negeri dengan cara yang tidak baik," tegas Suahasil.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads