Menurut Dirut PLN Eddie Widiono, masalah tersebut sudah diputuskan dalam rapat dengan Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu. Dalam rapat itu disepakati bahwa harga LHE dalam negeri akan diupayakan tidak naik. Jika naik, baru impor LHE akan dilakukan.
Menurut Eddie, biasanya harga barang akan naik jika permintaan bertambah sementara suplai tetap. Hal ini bisa terjadi untuk lampu karena tahun depan PLN membutuhkan 50 juta lampu hemat energi.
"Dalam pembicaraan dengan pak Wapres, kita upayakan agar LHE tidak naik karena permintaan yang tinggi. Kalau harga tidak bisa dipertahankan, baru buka keran impor," katanya usai pelantikan di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (14/12/2007).
Harga lampu hemat energi dalam negeri berdasarkan perkiraan Eddie sekitar Rp 15.000.
"Tapi lazimnya kalau ada demand yang tinggi, akan terpengaruh. Biasanya harga jadi tinggi," lanjutnya.
PLN berencana menyebarkan 50 juta lampu hemat energi pada tahun depan sebagai upaya penghematan listrik. Untuk program ini, PLN membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun.
Asosiasi Pengusaha Perlampuan Indonesia (Aperlindo) sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memenuhi permintaan LHE itu. Aperlindo juga meminta PLN tidak mengimpor LHE karena dari pengusaha lokal mampu memenuhi berapapun permintaannya dengan harga yang tak kalah menarik.
(lih/qom)











































