Beras di Toko Ritel Modern Kosong, Bulog Diminta Guyur 300.000 Ton

Beras di Toko Ritel Modern Kosong, Bulog Diminta Guyur 300.000 Ton

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 21 Sep 2026 16:42 WIB
Kekosongan stok beras premium masih terjadi di sejumlah ritel. Seperti di Superindo, Sunter Agung yang kini rak beras diisi kardus mie instan.
Penampakan Rak Beras Kosong di Toko Ritel, Ada yang Diganti Kardus Mie Instan.Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Beras premium langka, bahkan di toko-toko ritel modern kosong. Untuk mengatasi itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menambah stok beras premium 300.000 ton.

"Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," kata dia di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Terkait kelangkaan beras premium, Amran membantah. Ia menyebut stok beras masih banyak di pasaran, khususnya di pasar tradisional. Sementara kelangkaan di toko ritel modern, ada kaitannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berarti beli di mana? Kalau di pasar beli, murah apa mahal? Di pasar tradisional murah apa mahal? Murah kan? Turun nggak harga? Iya berarti anda jawab sendiri. Berarti yang naikkan selama ini apa? Dulu kalau tidak ada stok, harga naik kan? 'Wah, menterinya salah nih, impor.' Begitu sekarang banyak beras, apa alasannya lagi? Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini yang harus diberesin," jelas Amran.

ADVERTISEMENT

Saat ini ia juga mengklaim stok beras dalam keadaan aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) saja berada di posisi hampir 5 juta ton.

"Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 hari. Kita sewa gudang, 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan detikcom, Sabtu (19/9/2026), stok beras premium di sejumlah ritel modern mengalami kekosongan. Misalnya di Alfamidi Pondok Ranji, Tangerang Selatan, stok beras premium kosong. Yang tersedia hanya tersisa satu pcs beras SPHP ukuran 5 kg.

Kemudian, pada Indomaret Jalan Raya Jombang, stok berasnya hanya tersedia SPHP Bulog. Sementara stok jenis premium, juga hanya ada milik Bulog yakni Punokawan ukuran 10 kg.

Sebelumnya, Perum Bulog disebut telah mengguyur beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton. Penyaluran ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan beras di ritel modern beberapa bulan ini.

(ada/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads