Harga Minyak Mendidih, Mendag Waswas Neraca Dagang Tekor

Harga Minyak Mendidih, Mendag Waswas Neraca Dagang Tekor

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2026 16:14 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Harga minyak dunia sempat menembus level US$ 104 per barel pada perdagangan Senin (21/9) kemarin. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mewaspadai kondisi ini dapat berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Budi mengatakan kondisi pergerakan minyak dunia ini berada di level yang sama pada April-Mei lalu. Ia berharap gejolak harga minyak ini tak berdampak pada defisit neraca perdagangan.

"Memang kemarin sempat harga minyak naik lagi seperti pada bulan April-Mei kalau nggak salah. Ya, harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplusnya nonmigas," ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 120 juta pada Juli 2026. Surplus neraca dagang ini terjadi usai defisit selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni.

ADVERTISEMENT

Budi berharap defisit migas tak terlalu besar sehingga membuat neraca dagang defisit.

"Jadi yang migas jangan terlalu besar defisitnya, sehingga surplus ini bisa kita tingkatkan. Tapi kita tingkatkan terus ya, karena kalau misalnya peningkatan surplusnya nggak signifikan, ya takutnya nanti defisit lagi," beber Budi.

Salah satu upayanya dengan meningkatkan ekspor melalui Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan dilaksanakan pada 14-18 Oktober. Menurut Budi, terjadi antusiasme buyer yang cukup tinggi pada tahun ini.

Hingga September 2026, Budi menyebut lebih dari 4.000 buyer telah mengonfirmasi kehadiran dalam ajang tersebut.

"Jadi biasanya kalau akhir September memang mendekati 4.000, nah nanti bisa dua kali lipat seperti tahun lalu, ya karena mereka ngasih konfirmasinya biasanya seminggu, dua minggu sebelum hari itu para buyer baru ngasih konfirmasi," jelas Budi.

Sebelumnya, dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2026), harga minyak mentah Brent naik 81 sen atau 0,78% menjadi US$ 104,68 per barel pada pukul 22.02 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$ 101,06 per barel, naik 76 sen atau 0,76%.

Harga minyak dunia yang naik ini usai kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads