Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar Mixue di luar China. Di sisi bisnis, Indonesia menempati posisi sebagai pasar terbesar Mixue di luar negara asalnya. Perusahaan mengoperasikan sekitar 2.000 gerai di Tanah Air, bagian dari jaringan global yang menembus 64 ribu gerai di belasan negara.
Jaringan tersebut melibatkan lebih dari 1.400 mitra usaha lokal dan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja. Perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026 dan menilai pasar Indonesia masih menyisakan ruang pengembangan.
Rantai pasok menjadi pilar yang paling disorot perusahaan. Mixue menjalankan fasilitas produksi sendiri sejak 2012 dan mengembangkan sistem logistik sendiri sejak 2014, dilengkapi jaringan gudang dan distribusi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem rantai dingin diterapkan untuk menjaga mutu serta kesegaran bahan baku sepanjang perjalanan dari gudang sampai gerai. Direktur Hubungan Masyarakat Asia Tenggara sekaligus Wakil General Manager Mixue Indonesia, Bing Shikhuan, menyatakan sistem itu akan terus dirapikan. "Kami akan terus meningkatkan efisiensi rantai pasok agar produk sampai ke konsumen dalam kondisi terbaik," kata Bing dalam keterangannya ditulis Rabu (23/9/2026).
Mixue memiliki fasilitas produksi berskala besar dan jaringan gerai yang luas secara global, sehingga dapat mendukung konsistensi kualitas produk. Hal ini bertujuan agar menjaga kestabilan pasokan ke gerai yang tersebar dari pusat kota sampai kawasan permukiman, sekaligus menahan biaya distribusi agar tidak membebani harga jual. Mixue menempatkan aspek halal sebagai salah satu prioritas utama untuk memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada konsumen.
Perusahaan juga mengarahkan perhatian pada kinerja mitra usaha. Bing menyampaikan jumlah gerai bukan satu-satunya tolok ukur, karena yang lebih penting adalah kesehatan operasional setiap gerai yang berjalan.
Dukungan yang disiapkan mencakup penataan stok, pengelolaan biaya operasional, pengaturan jam sibuk, dan pendampingan layanan di lapangan. Efisiensi pada sisi ini menentukan margin yang diterima mitra, terutama pada gerai yang berada di lokasi dengan biaya sewa tinggi. "Fokus kami ada pada setiap gerai yang beroperasi, bukan sekadar angka pembukaan toko baru," katanya.
Perusahaan tetap menargetkan penambahan gerai setiap tahun, dengan kesiapan operasional sebagai syaratnya.
Peningkatan mutu produk berjalan tanpa mengubah posisi harga. Valeria menyatakan perusahaan menjaga harga tetap terjangkau sembari memperbaiki kualitas bahan dan proses produksi. "Harga yang terjangkau tidak berarti kualitas harus turun, dan keduanya bisa berjalan bersama," ucapnya.
Kebijakan tersebut mempertimbangkan profil konsumen Mixue yang datang dari beragam kalangan, termasuk pelajar, pekerja, dan keluarga. Perusahaan menilai daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam setiap penyesuaian produk.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo mengatakan produk Mixue bertumpu pada lini es krim dan minuman berbasis teh di segmen harga terjangkau, dengan konsumen yang datang dari beragam usia dan latar pekerjaan. Sebaran gerai yang luas menuntut rasa dan mutu tetap sama di setiap titik, baik di kota besar maupun daerah. Perusahaan menyebut konsistensi itu sebagai pekerjaan harian yang melibatkan gudang, armada pengiriman, dan mitra pengelola gerai.
Pengalaman konsumen menjadi bagian akhir dari rangkaian perbaikan. Perusahaan mengevaluasi layanan gerai secara berkala, mulai dari kecepatan penyajian sampai kenyamanan ruang, kemudian menyesuaikan standar operasional bersama mitra. "Evaluasi dan optimalisasi kami jalankan terus menerus agar pengalaman konsumen membaik dari waktu ke waktu," kata Valeria.
Dia menyebut saat ini Mixue Group masih melihat peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia, dengan terus memperkuat fondasi operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kualitas produk dan pengalaman konsumen. Masukan dari mitra dan konsumen dipakai sebagai bahan evaluasi sebelum perubahan standar diterapkan di seluruh jaringan.
Mixue Indonesia menyiapkan sejumlah langkah pengembangan di Indonesia, mulai dari penguatan rantai pasok, efisiensi operasional mitra usaha, sampai perbaikan pengalaman konsumen di gerai. Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan keterlibatan perusahaan pada kegiatan sosial, termasuk dukungan bersama mitra gerai pada peresmian gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Pada kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 PMI itu, Mixue Indonesia bersama mitra menyediakan minuman bagi tamu undangan, pengurus, dan relawan. Valeria menyebut keterlibatan tersebut berangkat dari posisi perusahaan yang berada di tengah masyarakat.
(kil/kil)









































