Hal tersebut disampaikan Menneg PAN Taufiq Effendi usai rapat mengenai 'Doing Business' di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/12/2007).
Dalam 'Doing Business 2008' peringkat Indonesia naik ke posisi 123, dari posisi tahun 2007 di 135 dari 175 negara. Menurut Bank Dunia, kenaikan peringkat itu dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil melakukan reformasi dalam kemudahan berbisnis. Negara lain yang juga naik peringkat adalah China, Mesir, India, Turki dan Vietnam.
Menurut Taufiq, anak usaha Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC) telah menyatakan optimismenya bahwa Indonesia bisa mencapai peringkat di bawah 100.
"Dalam rapat kita targetkan mendapat peringkat 75. Berbagai hal akan kita lakukan sebagai tindak lanjut untuk mempersingkat pengurusan bisnis di Indonesia," jelas Taufiq.
Sejumlah departemen telah menjanjikan untuk membantu kemudahan berbisnis demi kenaikan peringkat itu.
"Seperti menteri hukum dan ham akan menerbitkan surat edaran yang berisi penyederhanaan prosedur pendirian persero dan mempersingkat waktu penyelesaiannya, diusulkan maksimal 17 hari. Biaya administrasinya juga akan ditinjau," jelasnya.
Sementara Mendagri berjanji akan menerbitkan surat edaran petunjuk bagi walikota, bupati dan gubernur untuk mempermudah berbagai hal sehingga menjadi mudah dan jelas. Menteri perdagangan juga akan menerbitkan peraturan menteri tentang SIUP.
Selain itu, BI akan menerbitkan surat edaran ke bank-bank untuk mempermudah persyaratan memperoleh bukti setor modal.
"Arahan Wapres, kita dikasih waktu 2 bulan untuk memantau bagaimana pelayanan dalam kaitan investasi dan kita diberi waktu 1 bulan untuk menyelesaikan masalah ini. Yang masih ribet itu soal orang yang mau izin menghentikan usaha atau closing contract," jelas Taufiq.
Untuk menyelesaikan berbagai masalah kemudahan berusaha, pemerintah dalam waktu dekat akan akan memprioritaskan penyelesaian berbagai masalah seperti: notaris yang mencakup masalah biaya dan waktu, pembayaran pajak, tenaga kerja yakni PP pesangon yang bisa mendorong orang untuk berinvestasi.
"Yang paling serius yaitu tim pemantau yang harus segera turun ke lapangan, minggu depan sudah mulai turun," ungkapnya.
(qom/ddn)











































