Petani di Luar Jawa Lebih Kaya

Petani di Luar Jawa Lebih Kaya

- detikFinance
Rabu, 19 Des 2007 14:38 WIB
Jakarta - Kenaikan harga komoditas primer pertanian di pasar dunia telah meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat di luar Pulau Jawa. Masyarakat di luar Pulau Jawa sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat dalam jumpa pers 'Catatan Akhir Tahun 2007' di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (19/12/2007).

"Secara nasional nilai tukar petani memang mengalami kenaikan sebesar 2,52 persen year on year pada bulan September namun ternyata nilai tukar petani yang tertinggi kebanyakan berada di provinsi luar Jawa," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lambatnya laju pertumbuhan di sektor indusri manufaktur di Jawa juga mengakibatkan masyarakat di luar Pulau Jawa lebih tinggi pendapatannya.

Hidayat mengatakan 5 besar provinsi dengan nilai tukar petani tertinggi adalah Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Bali.

"Pola ketimpangan Jawa dan Luar Jawa juga terlihat dari turunnya dan relatif rendahnya upah riil buruh tani di Jawa, padahal sebagian besar tenaga kerja pertanian berada di sektor pertanian di Jawa," ujarnya.

Sementara peningkatan upah riil buruh tani di luar Pulau Jawa disebabkan oleh membaiknya harga komoditas primer di pasar dunia dan bukan karena kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor pertanian.

"Jadi pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah mulai ditopang oleh daerah-daerah di luar Pulau Jawa," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads