Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat dalam jumpa pers 'Catatan Akhir Tahun 2007' di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (19/12/2007).
"Secara nasional nilai tukar petani memang mengalami kenaikan sebesar 2,52 persen year on year pada bulan September namun ternyata nilai tukar petani yang tertinggi kebanyakan berada di provinsi luar Jawa," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mengatakan 5 besar provinsi dengan nilai tukar petani tertinggi adalah Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Bali.
"Pola ketimpangan Jawa dan Luar Jawa juga terlihat dari turunnya dan relatif rendahnya upah riil buruh tani di Jawa, padahal sebagian besar tenaga kerja pertanian berada di sektor pertanian di Jawa," ujarnya.
Sementara peningkatan upah riil buruh tani di luar Pulau Jawa disebabkan oleh membaiknya harga komoditas primer di pasar dunia dan bukan karena kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor pertanian.
"Jadi pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah mulai ditopang oleh daerah-daerah di luar Pulau Jawa," ujarnya.
(ddn/qom)











































