×
Ad

Transaksi Ekspor UMKM Tembus Rp 6,21 T

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2026 14:12 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan transaksi ekspor dari program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bisa Ekspor mencapai US$ 347 juta atau setara Rp 6,21 triliun (kurs Rp 17.900) pada Januari hingga Agustus 2026.

Budi mengatakan mempunyai perwakilan atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara dengan total 46 perwakilan. Melalui program ini, pelaku UMKM dapat bertemu dengan calon pembeli dari luar negeri.

"Tahun lalu transaksinya mencapai US$ 134,8 juta. Tahun ini sampai Januari sampai Agustus transaksinya sudah US$ 347 juta," ujar Budi dalam Kick Off Fasilitas Sertifikasi Barcode Produk Pangan di Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).

Budi menjelaskan sebagian besar UMKM yang ikut program ini belum pernah ekspor. Menurutnya, tujuan program ini agar semua pelaku usaha dapat melakukan ekspor, tidak hanya perusahaan besar saja.

Tak hanya program UMKM Bisa Ekspor, pihaknya juga mendorong UMKM masuk ritel modern dalam negeri. Salah satunya, fasilitas sertifikasi barcode yang bekerja sama dengan perusahaan GS1 Indonesia untuk produk pangan kemasan dan perawatan kecantikan.

"Kita sudah punya kerja sama dengan Aprindo dengan Hippindo kalau kita lihat sekarang banyak produk-produk lokal kita ini yang sudah ada di ritel modern," jelas Budi.

Budi menjelaskan pada tahap awal ada 50 UMKM yang telah melalui proses kurasi.
Menurut Budi, barcode ini mempermudah layanan, penyimpanan, hingga distribusi produk. Adapun syaratnya, yakni produk harus mempunyai daya saing dan bagus.

"Konsumen punya standar yang kemudian direpresentasikan ke dalam ritel. Ritel juga punya standar. Karena kalau ritel enggak punya standar ya konsumen juga enggak mau pasti beli barang yang lebih bagus," beber ia.

Pada saat yang sama, Budi menjelaskan Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober di ICE BSD ini, sebanyak 5.400 buyer asing telah mengonfirmasi kehadiran. Namun, ia optimis jumlah buyer yang datang akan semakin bertambah.

Pada TEI 2025, jumlah buyer yang datang 8.045 dengan nilai transaksi US$ 22,8 miliar. Tahun ini, Budi menargetkan transaksi TEI US$ 17,5 miliar.

Tonton juga video "Driver Ojol Bakal Jadi UMKM, Perpres Dikebut Sebelum 17 Agustus"




(rea/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork