Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan persyaratan yang berat seperti dana jaminan Rp 2 triliun dan marjin 5 persen yang dinilai terlalu kecil.
"Kita nggak ikut! Syaratnya terlalu berat. Mana bisa marjinnya 5 persen, pakai jaminan 2 triliun lagi," kata kata Ahmad disela-sela acara penyerahan penugasan BBM bersubsidi kepada Pertamina di gedung BPH Migas, Jalan Tendean, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun ikut paling anak perusahaan kita, Petra Niaga. Tapi kan ada itung-itungannya juga," lanjutnya.
Sementara Vice President Shell Indonesia Bidang Eksternal dan Urusan Bisnis Wally Saleh dalam kesempatan yang sama menyatakan pihaknya tertarik untuk ikut tender tersebut.
"Kita tertarik, tapi harus dipelajari lebih banyak lagi," katanya. (lih/ir)











































