Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, pihaknya berupaya menjaga defisit APBN tahun 2026 tetap sesuai target di angka 2,85%. Hal itu disampaikan Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2026).
"Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran di bulan Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85% dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun," katanya.
Komitmen menjaga defisit diungkapkan Suahasil usai dirinya memaparkan rencana peningkatan belanja pada kuartal IV tahun ini. Di tiga bulan akhir 2026, pemerintah bakal melakukan pengeluaran sebesar Rp 1.300 triliun lebih besar Rp 100 triliun dari waktu yang sama di tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pengeluaran pemerintah yang meningkat dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.
"Belanjanya akan mencapai Rp 1.300 triliun di kuartal IV, dan ini lebih tinggi dari tahun lalu. Dengan Belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif ini yang kita cari," beber Suahasil.
"Yang namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi, namun APBN juga melindungi masyarakat, dan dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga dia kredibel," katanya.
Simak juga Video: Wamenkeu Optimistis Bisa Jaga Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3%










































