Minyak Tanah di Bandung Langka

Minyak Tanah di Bandung Langka

- detikFinance
Kamis, 27 Des 2007 14:59 WIB
Bandung - Selama tiga hari belakangan warga Kelurahan Bojongloa Kidul dan sekitarnya antre untuk mendapatkan minyak tanah. Kelangkaan minyak tanah di Bandung sudah berlangsung dua pekan.

Pantauan detikcom, sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB, Kamis (27/12/2007) terlihat antrean Mitan di pangkalan yang berada di Jalan Nyengseret Kelurahan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Panjang antrean sekitar 200 meter.

Menurut salah satu pegawai pangkalan, Hendra, kelangkaan minyak tanah sudah dimulai sejak pekan lalu. "Tapi untuk antre baru tiga hari. Banyak warga yang tidak kebagian karena jatahnya sedikit," ujar Hendra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya sudah sejak dua minggu ini, jatah minyak tanah dari Pertamina berkurang.
Biasanya, dalam satu minggu dikirim enam tangki. Tapi sekarang menjadi empat tangki.

"Kapasitas setiap tangki 5 ribu liter. Datangnya hari Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu," tuturnya.

Agar semua warga yang antre kebagian, pembelian minyak tanah dibatasi maksimal hanya dua liter. Meski begitu, banyak warga yang harus pulang gigit jari karena tidak kebagian.

Seperti yang dialami Imron, pedagang batagor. Dia datang, saat minyak tanah sudah habis terjual. Sambil membawa tiga jerigen kecil minyak tanah, Imron memelas kepada pegawai pangkalan.

"Ayolah dua liter saja, gimana saya mau jualan nanti?," ujar Imron dengan wajah memelas.

Menurut dia, biasanya setiap hari dia menghabiskan 9 liter minyak tanah untuk jualan batagor. "Wah kalau ga kebagian, bisa-bisa saya tidak jualan. Sekarang saja,dari dua roda yang saya punya, hanya satu roda yang beroperasi," tuturnya.

Akibat kelangkaan ini, tidak hanya konseumen yang dirugikan, pedagang minyak tanah keliling pun terpaksa libur. Menurut Hendra, sudah empat hari ini dirinya tidak keliling menjual minyak tanah.

"Bagaimana bisa jualan keliling, warganya sudah menyerbu ke sini. Saya sama sekali tidak punya penghasilan," ujar Hendra yang setiap harinya mendapatkan upah Rp 30 ribu. Di pangkalan Nyengseret, terdapat 9 pedagang keliling minyak tanah. (ern/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads