"Tapi ini masih perkiraan, data terus kita olah," jelasnya dalam jumpa pers evaluasi akhir tahun 2007 di Graha Sawala, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (29/12/2007).
Menkeu mengatakan, defisit bisa ditekan karena pendapatan negara itu lebih baik daripada pengeluarannya.
"Perkiraan penurunan defisit menjadi 1,2 persen ini juga dikarenakan realisasi penerimaan pajak memenuhi sasaran," jelasnya.
Realisasi pendapatan dan hibah pemerintah di tahun 2007 diperkirakan akan mencapai 19,1 persen dari PDB atau sedikit lebih tinggi dari APBNP 2007 yang sebesar 18,5 persen dari PDB.
"Realisasi pendapatan ini menjadi lebih tinggi karena meningkatnya pendapatan migas akibat kenaikan harga minyak," jelasnya.
Untuk belanja negara, Menkeu mengatakan bahwa realisasinya diperkirakan akan mencapai 20,4 persen dari PDB atau lebih tinggi dari target APBNP 2007 yang sebesar 20 persen dari PDB.
"Selain itu laba BUMN di tahun 2006 naik 28 persen, jadi ada Rp 54,6 triliun yang akan menjadi setoran ke APBN, selain itu target dividen BUMN dalam APBN P 2007 juga sudah terlampaui," tuturnya.
Menkeu mengatakan bahwa Pertamina dan Telkom merupakan penyumbang dividen terbesar karena memang dua BUMN ini mempunyai laba yang cukup tinggi.
"Dari sisi ini pembiayaan dalam negeri dari penerbitan Surat Utang negara lebih rendah dari anggaran, untuk pembiayaan luar negeri di atas realisasi," jelasnya.
Ditambahkannya bahwa biaya utang di tahun 2007 lebih rendah dan resiko dari surat utang negara (SUN) juga menjadi minimum.
(dnl/qom)











































