Setelah PTT Thailand yang sudah resmi menyatakan ketertarikannya, Petronas dan
Petrovietnam pun menyusul menginginkan gas tersebut.
"Kita sudah punya potensial buyer, tapi baru menyatakan ketertarikan. Belum sampai
negosiasi harga," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela acara open house
Natal dan Tahun Baru di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (2/1/2008).
Hal yang sama ditegaskan Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan. Menurutnya, Petronas
dan Petrovietnam baru menyatakan secara informal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyampaikannya melalui itu. Tapi belum sampai teken MoU seperti PTT," katanya.
Masalah mengenai pembeli menjadi krusial dalam pengembangan gas di Natuna D Alpha. Karena kadar CO2 yang dikabarkan melebihi 60 persen, harga gasnya pun melonjak di atas rata-rata.
"Kalau cuma sanggupnya beli US$ 5 sih, mana bisa," kata Purnomo. Sebelumnya Purnomo menyatakan, harga gas dari Natuna itu bisa mencapai sekitar US$ 11.
Dengan adanya pembeli potensial ini, negosiasi pengembangan Natuna pun diharapkan
cepat selesai. "Sudah ada kemajuan, tapi kita tunggu saja," kata Purnomo. (lih/ir)











































