Antrean Minyak Tanah di Bandung Meluas

Antrean Minyak Tanah di Bandung Meluas

- detikFinance
Rabu, 02 Jan 2008 13:23 WIB
Bandung - Antrean warga untuk memperoleh minyak tanah (Minah) di Bandung makin meluas. Harga di warung yang melangit hingga Rp 4 ribu per liter, membuat warga memilih antre di pangkalan.

Antrean warga untuk mendapatkan Minah di pangkalan terjadi di Jalan Simpang Dago dan Dago Atas. Pantauan detikcom di pangkalan Unggulan pada pukul 11.30 WIB, Rabu (2/01/2008), warga yang antre panjangnya sekitar 50 meter. Warga datang silih berganti sejak pukul 06.00 WIB.

Salah seorang warga Tubagus Ismail Dalam atau Iyus (38), mengatakan dirinya telah mengantre sejak pukul 11.00 WIB, namun hingga pukul 11.30 belum kebagian. "Saya sudah mencari-cari hingga pasar Suci, tapi habis. Makanya saya kesini. Enggak apa-apa antre juga, yang penting harganya lebih murah dibandingkan di warung," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya harga eceran Minah di warung dekat rumahnya kini mencapai Rp 3.500 per liter. Dia mengaku dengan harga tersebut sangat memberatkan. Karenanya dia memilih beli ke pangkalan yang harganya Rp 2.500 per liter.

"Kalau yang pedagang keliling harganya Rp 2.700 per liter. Itu pun sudah jarang," ujarnya yang mengaku kenaikan ini sudah berlangsung dua pekan.

Iyus mengaku meski sudah ada program konversi Minah ke gas elpiji, dirinya lebih
memilih untuk memakai Minah. Sebab, dia tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar sekaligus. "Kalau beli minyak tanah kan bisa dicicil, kalau gas kita harus menyediakan uang dalam jumlah besar," katanya.

Antrean pun terjadi sebuah pangkalan di daerah Dago Atas. Panjangnya antrean lebih panjang dibandingkan dengan di Simpang Dago. Namun antrean Minah di kedua tempat tersebut berakhir pada pukul 12.30 WIB, karena stok habis. Akibatnya banyak warga yang harus gigit jari karena tidak kebagian jatah.

Kenaikan harga eceran Minah di warung pun terjadi di Kelurahan Sindanglaya Kecamatan Arcamanik, Bandung. Bahkan harga Minah di wilayah ini sudah menembus Rp 4 ribu per liter. Menurut seorang warga, Yuli, kenaikan tersebut telah terjadi sejak empat hari lalu.

Menurut pegawai pangkalan Unggulan di Simpang Dago, Eman, kapasitas Minah di pangkalannya hanya 5 ribu liter. "Stok dari Pertaminanya dibatasi," ujarnya. Karenanya setiap pembelian dijatah 4 liter per orang dengan harga Rp 2.500. (ern/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads