Data ini hasil identifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro di lahan persawahan yang terendam bajir pada sedikitnya 149 desa di 15 kecamatan. Terutama di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.
Data resmi yang dikeluarkan oleh Pemkab Bojonegoro, lahan tanaman padi yang terendam seluas 12.262 hektar dan 9.755 hektar diantaranya dinyatakan gagal panen atau puso. Sedangkan tanaman jagung dan jenis palawija lainnya seluas 1.427 hektar.
"Memang korban terparah adalah petani. Adapun yang sempat panen sangat sedikit, itupun panen paksa dan kualitasnya rendah," jelas Bupati Bojonegoro, M. Santoso pada detiksurabaya.com di rumah dinasnya, Kamis (3/1/2008).
Sedangkan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro telah mendata jumlah warga korban banjir yang mengungsi sebanyak 192.938 jiwa, atau 55.649 kepala keluarga (KK).
Sedikitnya 1 orang dilaporkan meninggal akibat perahu yang ditumpanginya terguling. Yaitu Jumilah (24), warga Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno.
Data jumlah rumah yang terendam sebanyak 59.265 rumah rusak ringan dan 294 rumah rusak berat. Belum termasuk fasilitas umum seperti gedung sekolah sebanyak 27 sekolah, dan 34 tempat ibadah.
(bdh/qom)










































