Stok Terbatas, RI Siap Impor Gula

Stok Terbatas, RI Siap Impor Gula

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2008 20:12 WIB
Jakarta - Pemerintah bersiap-bersiap mengimpor gula sebagai cadangan menghadapi musim giling karena stok saat ini sangat pas-pasan. Impor gula untuk cadangan ini sekitar 100-200 ribu ton.
 
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela jumpa pers mengenai inflasi di Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2008).
 
"Kalau impor, sedikit saja untuk mengamankan. Sebagai cadangan saja. Kita perkirakan dua minggu sampai satu bulan cukuplah untuk cadangan," katanya.
 
Mari menjelaskan, hingga akhir tahun kemarin stok gula dikabarkan cukup, sekitar 1 juta ton. Jika memperhitungkan konsumsi per bulan yang 200 ribu ton, maka stok itu pas-pasan sampai Mei 2008.
 
"Cukup lah sampai Mei menghadapi musim giling di bulan Juni. Tapi pas-pasan, jadi harus ada buffer, kita perkirakan dua minggu cukuplah untuk ada buffer," katanya.
 
Sementara untuk beras, ia mengaku belum bisa memprediksi pengaruh dari bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah. Namun stok Bulog saat ini diperkirakan cukup untuk tetap melakukan distribusi raskin, operasi stabilisasi harga dan pasar khusus.
 
"Memang kalau tidak cukup, baru kita impor. Untuk amankan stok," katanya.
 
Sementara untuk minyak goreng, Mari mengaku puas dengan harga saat ini.
 
"Karena (harga minyak goreng) kita tidak bisa terlalu berbeda dengan harga pasar. Nanti bisa terjadi penyelundupan," katanya.
 
Yang sedang digarap pemerintah saat ini adalah bagaimana menghadapi kenaikan harga gandum dunia yang diprediksi sekitar 30 persen.
 
" Yang diperkirakan naik kan gandum, sekitar 30 persen. Kita sedang pikirkan apa yang akan kita lakukan untuk terigu ini terutama untuk UKM," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads