Toyota Kini di Peringkat 2

Toyota Kini di Peringkat 2

- detikFinance
Jumat, 04 Jan 2008 11:12 WIB
Chicago - Toyota Motor makin memperkokoh posisinya di Amerika Serikat. Podusen mobil Jepang itu sukses menggeser Ford Motor Company ke posisi ketiga, untuk pertama kalinya sejak tahun 1931.

Posisi pertama masih diduduki General Motors (GM) dengan angka penjualan 3.866.620 unit di tahun 2007, atau turun 6,3% dengan pangsa pasar 23,5%.

Toyota Motor di posisi kedua setelah mencatat kenaikan penjualan hingga 2,7% menjadi 2.620.825 unit atau menguasai pangsa pasar 16,2% di tahun 2007.

Sementara Ford Motor berada di posisi ketiga setelah penjualannya anjlok hingga 11,9% menjadi 2.572.599 unit atau menguasai pangsa pasar 14,8% di tahun 2007.

Secara total, the Big Three yakni GM, Ford dan Chrysler LLC menguasai pangsa pasar 51,1% atau turun dari sebelumnya 53,7%. Sementara produsen mobil Asia menguasai 41,7% pangsa pasar dan Eropa menguasai 7,2%.

Penghitungan pangsa pasar itu tidak memasukkan penjualan dari produk-produk seperti Jaguar, Volvo, Land Rover dan Mazda.

Produsen-produsen mobil dari Asia memang sedang menikmati kemenangan di AS. Honda Motor Co. Amerika juga menikmati rekor penjualan tertinggi dalam 11 tahun dengan kenaikan 2,5% menjadi 1.551.542 unit yang merepresentasikan pangsa pasar 9,6%.

Ford menyatakan, dua pertiga dari penurunan penjualan mobil di tahun ini merefleksikan diskontinu produk-produk. Ford juga memperingkatkan kondisi perekonomian masih tetap menghadapi berbagai tantangan di tahun 2008.

"Kami sedang merestrukturisasi bisnis kami menjadi lebih menguntungkan ditengah lebih rendahnya permintaan serta menambah produk-produk yang ingin dibeli orang," ujar vice president Ford, Jim Farley seperti dikutip dari AFP, Jumat (4/1/2008).

"Honda terus mendapatkan keuntungan dari posisinya sebagai produsen mobil dengan bahan bakar paling irit di Amerika dan kami masih memiliki produk-produk baru yang akan menjaga momentum dalam beberapa tahun terakhir," ujar Dick Colliver, executive vice president Honda Amerika dengan optimistis.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads