Harga Minyak US$ 100, Pembatasan Premium Belum Dilanjutkan

Harga Minyak US$ 100, Pembatasan Premium Belum Dilanjutkan

- detikFinance
Jumat, 04 Jan 2008 14:34 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan program pembatasan premium belum akan dilanjutkan. Meskipun harga minyak dunia sempat menembus angka US$ 100.

"Nantilah itu (pembatasan premium). Tapi tentu akan jadi pertimbangan, karena hasilnya tidak maksimal," kata Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/1/2008).

Program pembatasan premium, lanjut Kalla, masih belum dapat dilakukan. "Kita belum memiliki instrumen nasional, tidak semua daerah punya pom bensin macam-macam. Kalau Jakarta bisa karena banyak pom bensin," ujarnya.

Menurut Kalla, untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia pemerintah akan menerapkan penghematan total di semua lini.

"Intinya 2008 penghematan total. Sederhana saja kalau harga begitu. Ada dua cara, peningkatan produksi dan penghematan konsumsi. Karena kita tidak ingin kenaikan harga. karena kita tidak bisa menaikkan harga, bukan tidak bisa tapi kita ingin yang stabil," bebernya.

Kalla menjelaskan, pemda-pemda di seluruh Indonesia akan dikerahkan untuk melakukan penghematan juga. Seperti mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi.

"Mereka juga untuk menghemat lampu reklame, AC," jelasnya.

(ary/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads