Presdir Newmont Pacific Nusantara Martiono Hadianto menjelaskan, Pemkab Sumbawa (KS) membeli 2 persen dari 7 persen saham Newmont yang didivestasikan pada 2007.
Pemkab Sumbawa membeli saham tersebut dengan nilai sekitar US$ 73 Juta dengan pembiayaan dari Newmont Internasional Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corp (NNMC). Pemkab Sumbawa akan membayar pembiayaan itu melalui dividen yang diperolehnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, terdapat pembagian penawaran saham divestasi Newmont ke pemerintah daerah. 3 persen saham yang didivestasikan 2006 rencananya akan dibeli Kabupaten Sumbawa Barat, sementara 7 persen saham yang didivestasikan 2007 rencananya diambil Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Sumbawa (KS)..
Namun proses pembelian 3 persen saham divestasi 2006 dan 4 persen sisa saham divestasi 2007 hingga kini belum selesai. Sehingga Pemkab Sumbawa menjadi pembeli pertama untuk 2 persen saham divestasi Newmont 2007.
"Ada beberapa perbedaan, yang kita harapkan bisa selesai bulan ini," katanya.
Perbedaan yang dimaksud antara lain pandangan mengenai proses negosiasi saham divestasi yang 3 persen dengan KSB. Apakah masih dengan pemerintah atau sudah dengan swasta.
Untuk menyelesaikannya, Kepala BKPM M Luthfi langsung mengambil alih kendali. Setelah bertemu langsung dengan pejabat Newmont di Denver, AS pertengahan Desember silam, pertemuan lanjutan akan digelar di Jakarta pada bulan ini.
"Diharapkan begitu bertemu, selesailah perbedaan-perbedaan tadi," katanya.
Selanjutnya, Newmont akan menawarkan kembali 7 persen saham divestasi lagi sebelum Maret 2008. Sesuai kontraknya, Newmont harus melepas sahamnya secara bertahap. 3 persen pada 2006 dan 7 persen berturut-turut pada 2007, 2008, 2009, dan 2010. (lih/qom)










































