Peringatan ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Jumat (4/1/2008), di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta.
"Begitu harga minyak naik , disparitas makin tinggi antara harga pemerintah dengan pasar. Ini bisa mengundang beberapa pihak mengalihkan konsumsinya. BBM yang semestinya untuk konsumen perlu subsidi, diambil konsumen yang tak perlu subsidi. Bisa lebih 30%," ujar dia.
Adanya pengalihan konsumsi BBM ini, menurut Purnomo menjadi biang kelangkaan BBM di beberapa tempat. Khususnya minyak tanah yang paling tinggi nilai subsinya.
"Di lapangan yang sekarang terjadi konsumen yang harusnya mendapat subsidi, alokasi BBM-nya diambil oleh yang tidak mendapat subsidi karena dia bisa beli harga murah. Akhirnya volume stok nasional tersedot dan harga untuk konsumen bersubdisi jadi naik," papar Purnomo.
Menurutnya, jawaban atas masalah ini adalah memperketat distribudi BBM bersubsidi. Jangan sampai jatah BBM yang harusnya untuk rakyat kecil malah dinikmati kalangan industri.
"Ini kan ujung-ujungnya masalah pengawasan," ujarnya. (lh/qom)











































