Kenapa Dunia Gonjang-ganjing Saat Selat Hormuz Ditutup Iran?

Kenapa Dunia Gonjang-ganjing Saat Selat Hormuz Ditutup Iran?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 08:30 WIB
Mengapa Selat Hormuz di Lepas Pantai Iran Sangat Krusial?
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran membuat kekhawatiran gangguan rantai pasok. Sebab dua koridor maritim utama dunia harus ditutup usai eskalasi, yaitu Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Saat saling serang terjadi antara Iran dan AS-Israel, perusahaan pelayaran kontainer raksasa telah menangguhkan operasi melalui Selat Hormuz. Mereka mulai mengalihkan rute kapal di sekitar ujung selatan Afrika, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari CNBC, Selasa (3/3/2026), perusahaan pelayaran, Maersk akan menangguhkan semua pelayaran kapal di Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Maersk juga memperingatkan semua layanan yang singgah di pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia akan tertunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peran Selat Hormuz

Terletak di teluk antara Oman dan Iran, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu titik pengiriman minyak bumi terpenting di dunia. Pada 2023, aliran minyak melalui jalur air tersebut rata-rata mencapai 20,9 juta barel per hari. Menurut Badan Informasi Energi AS jumlah itu menyumbang sekitar 20% dari konsumsi minyak bumi global.

ADVERTISEMENT

Jalur ini terletak di antara Tanduk Afrika dan Timur Tengah, menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Samudra Hindia. Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb diperkirakan menyumbang 12% perdagangan minyak melalui laut dan 8% perdagangan gas alam cair (LNG) pada paruh pertama tahun 2023.

Kepala Analis Xeneta, Peter Sand mengatakan kemungkinan tarif pengiriman kontainer akan jadi lebih tinggi untuk wilayah Timur Tengah. Setidaknya selama konflik masih berlangsung. Dia menambahkan sejauh ini tidak ada alternatif jalur lain yang dapat diandalkan untuk pengiriman barang melalui laut.

Meskipun kapal tanker minyak hanya diblokir sementara dari Selat Hormuz, hal itu tentu saja dapat meningkatkan harga energi global. Hal itu juga akan menaikkan biaya pengiriman dan menciptakan kelangkaan pasokan yang signifikan.

Selat Hormuz juga penting untuk perdagangan kontainer global. Pelabuhan di wilayah ini seperti Jebel Ali dan Khor Fakkan adalah pusat pengiriman yang berfungsi sebagai titik perantara dalam jaringan global. Perusahaan pelayaran kontainer Jerman Hapag-Lloyd mengatakan semua kapal yang melintas melalui Selat Hormuz akan ditangguhkan, dengan alasan keselamatan dan keamanan awak kapal.

Sementara itu, CMA CGM Prancis mengatakan mereka telah menginstruksikan semua kapalnya di dalam Timur Tengah dan yang menuju ke wilayah tersebut untuk berlindung. Pelayaran melalui Terusan Suez juga telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kapal akan dialihkan rutenya melalui Tanjung Harapan di sekitar Afrika.

MSC, perusahaan pelayaran peti kemas terbesar di dunia, juga mengatakan mereka telah memerintahkan semua kapal yang beroperasi di wilayah Timur Tengah untuk menuju ke area aman yang telah ditentukan, dan menambahkan bahwa mereka akan memantau perkembangan lebih lanjut dengan cermat.

Tonton juga video "Iran: Ada Upaya AS-Israel Menyeret Perang ke Arah Selat Hormuz"

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads