Untuk elpiji 50 kg naik Rp 2.080,33 atau 35,5% menjadi Rp 7.932,33/kg. Sementara untuk elpiji bulk naik Rp 1.477,74 atau 25,2% menjadi Rp 7.329,74/kg.
Kenaikan harga itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts-798/F00000/2007-S3 tanggal 30 November 2007 tentang harga jual Elpiji kemasan Bulk dan Tabung 50 kg.
Menurut VP Komunikasi Pertamina, Wisnuntoro, harga Jual Elpiji untuk tabung 12 Kg dan 3 Kg tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp 4.250/kg eks Agen.
"Penyesuaian harga jual Elpiji Kemasan Bulk dan Tabung 50 Kg perlu dilakukan karena kondisi harga CP (Contract Price) Aramco (patokan harga elpiji dunia) terkini yang mengalami peningkatan sangat signifikan," kata Wisnuntoro dalam rilisnya, Senin (7/1/2008).
Harga CP Aramco rata-rata tahun 2006 adalah sebesar USD 512,.8/MT sedangkan rata-rata tahun 2007 adalah sebesar USD 611.7/ MT (naik sebesar 19,29%).
Harga keekonomian elpiji jika mengacu CP bulan Januari 2008 adalah Rp 10.569,00/kg untuk tabung 50 kg dan Rp 10.366,00/kg untuk Elpiji bulk.
Pengguna Elpiji Kemasan Bulk dan Tabung 50 kg adalah sektor industri dan komersial skala menengah sampai dengan besar seperti Pabrik Kaca, Gelas, Keramik, Hotel taraf internasional, restoran besar, dll.
(qom/ir)










































