Semua direksi PLN yang hadir dalam RUPS itu pulang dengan mata sembab. Dirut PLN Eddie Widiono bahkan tak mampu menyembunyikan kesedihannya didepan wartawan. Sementara Ali Herman tampak berusaha menutupi rasa sedihnya di depan wartawan.
RUPS PLN kali ini memang luar biasa. RUPS digelar secara marathon di kantor PLN Disjaya, Selasa (8/1/2008). Rapat digelar dalam dua sesi, yakni pukul 10.00-17.00 WIB untuk RUPS tahunan dan pukul 17.00-23.00 WIB untuk RUPS luar biasa yang khusus membahas nasib Ali Herman.
Ketika dihampiri wartawan usai RUPS, Ali hanya tersenyum. Diserbu pertanyaan bertubi-tubi pun Ali tak berkomentar.
"Tanya pak Eddie saja," katanya singkat.
Wartawan pun jadi salah tingkah melihat mata Ali Herman yang sembab. Menunggu mobilnya datang, ia menyalami wartawan satu per satu.
Ketika ditanya apa yang akan dilakukan setelah keputusan ini, ia baru buka suara.
"Nyanyi, sepertinya saya akan nyanyi. Saya suka nyanyi," katanya tersenyum.
Ketika hendak masuk mobil, ia berpamitan pada wartawan dan mendapat tepukan dari Direktur Keuangan PLN Parno Isworo.
"Kuat ya," kata Parno kepada rekannya itu.
Nuansa sendu juga terlihat pada Dirut PLN Eddie Widiono. Ketika menjelaskan sikap direksi terhadap keputusan RUPS yang memberhentikan Ali Herman, tiba-tiba kalimat Eddie terpotong.
Wartawan mengira ia berpikir untuk melanjutkan kalimatnya. Tapi karena jedanya lama, wartawan pun bertanya.
"Udah ya (ngomongnya)?" bisik wartawan.
Ternyata Eddie terlihat menerawang dengan mata berkaca-kaca.
"Yah, cukup ya," katanya dengan suara getir.
Sebenarnya ini bukan pertama kali Ali Herman Ibrahim terlibat kasus. Sebelumnya ia tersandung kasus pembengkakan biaya untuk pengadaan PLTG Borang.
Bahkan ia sempat meringkuk di penjara pada Januari 2006. Kasus tersebut juga menyeret Dirut PLN Eddie Widiono.
Di kalangan pejabat Ali Herman terkenal mahir olah raga seperti sepak bola. Beberapa pejabat seperti Sekjen Departemen ESDM dan Kepala BPH Migas kerap angkat topi mengakui kehandalan gocekan Ali. Memang pria jebolan ITB pernah jadi pemain sepak bola di Liga Mahasiswa Nasional pada tahun 1980-an.
Kini dengan usia diatas 40 tahun, rupanya stamina olahraganya masih melekat. Ia baru tumbang setelah mengikuti RUPS PLN yang berlangsung 12 jam.
Menneg BUMN Sofyan Djalil pada akhir pekan lalu memutuskan untuk memberhentikan Ali Herman menyusul gangguan pasokan batubara di PLTU Cilacap dan PLTU Tanjung Jati B. Ali Herman dianggap tak becus mengurus pembangkit PLN.
(lih/qom)











































