Sejumlah acara penting pun dibatalkan untuk menghormati kepergian Chandran. Termasuk penundaan upacara peresmian Terminal Helios di Jurong, Singapura. Namun proyek-proyek penting itu akan terus berjalan.
"Acara peresmian Terminal Helios ditunda untuk menghormati kepergian Mr Robert V Chandran," jelas Chemoil dalam pernyataannya, Rabu (9/1/2008).
Meski peresmiannya ditunda, namun Chemoil menyatakan bahwa operasional di terminal berkapasitas 448.000 meter kubik akan tetap berjalan sesuai jadwal yakni pada Januari 2008.
"Terminal ini siap untuk operasional dan akan mengantarkan kami ke abad baru untuk pemasok marine fuel independen di Singapura," kata Managing Director Terminal Helios Sanjay Anand.
Chemoil juga meneruskan rencana untuk mulai mengirimkan BBM dari terminal GPS-Chemoil di pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab. Rencana itu akan semakin mengukuhkan kehadiran Chemoil di empat pasar produk minyak utama dunia yakni Singapura, Rotterdam, Fujairah dan AS.
Dewan Direksi Chemoil bersama dengan tim manajemen berjanji akan terus menjalin komunikasi untuk meneruskan bisnisnya, meski Chandran yang merupakan 'nyawa' perusahaan itu sudah meninggal.
"Di bawah arahan Robert Chandran, Chemoil telah mengembangakan strategi bisnis yang sehat dan kuat dalam mengontrol rantai suplai marine fuel dan menawarkan kepada konsumen kualitas jasa dan infrastruktur yang baik. Menjadi harapan Mr Robert Chandra untuk melihat kami mengambil alih dan mengembangkan bisnis ini di masa depan," ujar Clyde Michael Bandu, Lead Independent Director Chemoil.
Bandy juga menyatakan, operasional dan bisnis Chemoil tidak akan terganggu meski Chandran telah meninggal. Sejumlah direksi dan pejabat Chemoil yang ada di luar negeri kini sudah berada di Singapura. Termasuk juga Vivian Pearl Chandran dan Sharon Stacey Chandran, istri dan anak Robert Chandran.
Manajemen Chemoil rencananya akan segera menggelar pertemuan pada akhir pekan ini untuk mengambil keputusan soal suksesi pengganti Chandran.
Chandran merupakan salah satu dari 11 korban yang tewas dalam jatuhnya helikopter Twin Pack S-58 milik TNI AU di kabupaten Pelalawan, Riau.
Pria kelahiran Mumbai, 31 Mei 1951 ini merupakan orang terkaya ke-14 di Singapura versi majalah Forbes dengan kekayaan US$ 490 juta. Kepergian Chandran sempat membuat harga saham Chemoil anjlok hingga 14%. Namun pada hari ini, harga saham Chemoil di Bursa Saham Singapura sudah pulih dengan mencatat kenaikan 3,130%. (qom/ir)











































