Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Juat (11/1/2008) PHK rencananya akan dilakukan merata di semua lini dari managerial sampai staff bawahan. PHK juga dilakukan secara global, di Eropa , Amerika Utara dan Asia.
"Kami akan menciptakan struktur perusahaan yang lebih sesuai dengan kondisi market global untuk mengurangi dampak ekternal seperti kenaikan harga bahan baku dan pelemahan dolar," kata Chief Operating Officer Rolls-Royce Mike Terret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhir November 2007 Rolls-royce mempekerjakan 39.500 pekerja di 50 negara.
Rolls-Royce memproduksi mesin pesawat, kapal laut dan sektor energi untuk kepentingan sipil dan militer. (ard/qom)











































