Pertumbuhan Ekonomi 2008 akan Dibawah 6,3%

Pertumbuhan Ekonomi 2008 akan Dibawah 6,3%

- detikFinance
Minggu, 13 Jan 2008 14:11 WIB
Jakarta - Meskipun tahun 2008 baru berjalan beberapa hari tapi para pengamat ekonomi sudah berani memprediksi target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2008 yang sebesar 6,8% tidak akan tercapai.

Bahkan diprediksi angka pertumbuhan ekonomi 2008 justru dibawah target pertumbuhan ekonomi 2007 yang sebesar 6,3%.

Demikian disampaikan ekonom Econith Hendri Saparini dalam jumpa pers di kantor Econit, Tebet, Jakarta, Jumat (13/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2008 ini pertumbuhan ekonominya akan lebih rendah dari 2007," katanya.

Beberapa faktor yang mendalangi penurunan tersebut adalah faktor eksternal seperti pelemahan ekonomi Amerika Serikat, mengingat negara tersebut merupakan target utama ekspor Indonesia.

Pelemahan ekonomi AS tentunya akan berdampak pada permintaan produk-produk ekspor Indonesia. Alhasil, Hendri juga memprediksi kinerja ekspor Indonesia juga akan menurun.

Hendri menambahkan, faktor lainnya berasal dari internal seperti BI rate diprediksi akan bertahan di level 8%.

Menurut ekonom Econith lainnya Rasyad Parinduri, Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mempertahankan tingkat suku bunga SBI hingga akhir semester satu 2008.

"Ini jelas bertentangan dengan niat pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi 2008 sampai 6,8%," ujar Rasyad.

Menurutnya dengan kondisi demikian maka dana yang mengalir ke sektor riil akan sedikit karena masyarakat lebih senang menyimpan uangnya di bank.

"Kebijakan seperti ini berisiko karena pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi 6,8%. Kalau BI tidak akomodatif, target itu tidak tercapai," jelasnya.

Ditambah lagi, BI sendiri sudah memprediksi kalau inflasi tahun ini akan meleset dari target dan melebihi 4,5 persen. (lih/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads