Mendag Sidak Pabrik Tahu Tempe

Mendag Sidak Pabrik Tahu Tempe

- detikFinance
Minggu, 20 Jan 2008 11:15 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi pengolahan tahu tempe yang berlokasi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Sidak terkait kenaikan harga bahan baku makanan rakyat tersebut yakni kedelai akhir-akhir ini. Ketiga pengusaha tahu tempe yang dikunjungi Mari pun langsung mencurahkan kegelisahannya terkait kenaikan bahan baku tahu tempe.

Seperti yang dikeluhkan Ibu Sumiyati yang sudah memproduksi tahu sejak 1980-an. Harga kedelai yang biasa dibelinya naik dua kali lipat dari Rp 3.500 per kg menjadi Rp 7.000/kg.

Begitu pula Pak Suharjo, seorang pengusaha tempe. Ia mengaku stok kedelai di pasar tidak ada masalah, tapi kedelai-kedelai itu tersedia dengan harga yang sangat tinggi.

"Stoknya sih gak masalah, bu. Tapi harganya itu lho, tidak terkendali," ujar Suharjo di rumahnya yang juga dijadikan tempat pengolahan tempe di Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2008).

Hal senada juga diutarakan Sutrisno yang memproduksi tahu sejak 1970-an. Akibat harga kedelai yang naik tajam, produksi tahunya pun berkurang setiap hari. Jika biasanya ia memproduksi sekitar 1,5 sampai 2 ton tahu kini hanya 7 kuintal saja. Sebenarnya kurang, tapi kita nggak punya uang untuk produksi lebih," katanya.

Menanggapi kenyataan itu, Mari Elka hanya berpesan bahwa pemerintah sudah berupaya menurunkan harga kedelai impor dengan menghilangkan bea masuk kedelai impor. Selain itu, di sisi pertanian, pemerintah juga mengupayakan peningkatan produksi dalam negeri.

DIharapkan dengan harga kedelai di pasaran sekarang yang meningkat, petani kedelai mau meningkatkan produksinya. "Insentif untuk petani kedelai lokal kan harga pasar yang tinggi ini. Ini rasanya sudah cukup," katanya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads