Seperti yang diceritakan Ibu Sumiyati, pengusaha tahu di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Kedelai yang biasa dibelinya sekitar Rp 7.000 per kg turun tipis Rp 300 per kg terhitung sejak kemarin.
Meski begitu, Sumiyati menyatakan penurunan itu belum cukup untuk mengimbangi kenaikan yang sekitar 100 persen, dari Rp 3.500 menjadi Rp 7.000 per kg.
Setidaknya dibutuhkan penurunan minimal Rp 500 per kg agar dampaknya terasa.
"Turunnya cuma Rp 300, padahal naiknya banyak banget. Kalau turun Rp 500 mungkin baru terasa," katanya disela-sela sidak Mendag Mari Elka Pangestu ke tiga lokasi pengolahan tahu tempe di Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2008).
Karena penurunan ini masih sangat kecil dibandingkan peningkatannya, maka pengusaha tahu pun belum berencana menurunkan harga tahu yang dijualnya. "Ya nggak turun lah, kan kemarin naiknya gede banget," tambahnya.
Menanggapi ini, Mari Elka beranggapan penerapan bea masuk bagi impor kedelai akan berdampak signifikan.
"Kedelai impor AS sejak kemarin turun Rp 300, padahal bea masuk belum diberlakukan. Kita harapkan bisa lebih baik begitu diberlakukan," katanya.
(lih/ddn)











































