Bulog Tetap Bisa Impor Kedelai Meski Stok Aman

Bulog Tetap Bisa Impor Kedelai Meski Stok Aman

- detikFinance
Minggu, 20 Jan 2008 17:15 WIB
Jakarta - Perum Bulog dimungkinkan tetap melakukan impor kedelai meskipun stok nasional aman. Ini dimaksudkan agar Bulog menjadi pembanding harga bagi importir lainnya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, Bulog mempunyai peran sebagai penyeimbang stok nasional sekaligus price reference (pembanding harga).

Awalnya rencana impor kedelai oleh Bulog bertujuan untuk menjaga stok kedelai. Namun dari sidaknya hari ini, Mendag menemukan bahwa pasokan kedelai di pasaran ternyata aman-aman saja. Hanya memang harganya melangit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stoknya sih gak masalah, tapi harganya nggak terkendali," kata Suharjo, seorang pengusaha tempe di kawasan Mampang, Jakarta, ketika sidak, Minggu (20/1/2008).

Menghadapi kenyataan ini, Mari Elka menyatakan, pemerintah sudah berupaya menurunkan harga kedelai dengan membebaskan bea masuk impor kedelai.

Menurutnya sebenarnya ada sekitar enam importir kedelai di Indonesia, namun yang aktif tinggal empat importir. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi pihak lain untuk juga melakukan impor kedelai, termasuk Bulog.

"Jika Bulog mulai mendeteksi ada masalah di stok, Bulog bisa menjadi pengimbang dari importir-importir yang lain dan tidak ada larangan sebenarnya, importir manapun boleh masuk," katanya.

Kebebasan Bulog mengimpor pun ternyata tidak sebatas karena masalah stok. Tapi juga meluas sebagai pembanding harga bagi importir yang lain. Jadi, meskipun stok aman, Bulog dimungkinkan untuk tetap mengimpor untuk memberikan harga pembanding.

"Kalau ada kekuatiran bahwa impor hanya dilakukan oleh empat importir, Bulog bisa menjadi price reference. Jadi Bulog bisa menjadi penyeimbang dari segi stok dan bisa sebagai yang ini (price reference)," katanya.

Namun Mari menegaskan, hal itu masih harus dikaji lebih dalam lagi.

"Dari segi stok tidak ada masalah, namun masalahnya dari segi harga, dan itu kita sudah lakukan satu langkah. Apakah diperlukan langkah selanjutnya, itu yang sedang kita bahas lagi," katanya.

(lih/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads