"Nggak fair kalau karena produksi satu komoditas kedelai mengalami penurunan, lalu semua program pertanian dianggap gagal," tegas Anton dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di gedung DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (21/1/2008).
Produksi beras dan jagung, Anton mencontohkan, pada tahun 2007 berhasil mencetak angka pertumbuhan yang signifikan. Pertumbuhan beras tertinggi sepanjang 15 tahun terakhir, dan pertumbuhan jagung tertinggi selama ini.
"Contoh lainnya, daging ayam ras petelur pertumbuhannya mencapai 10,5%. Kemudian kapas, pertumbuhannya mencapai 543,75%. Jadi jangan karena kegagalan kedelai, lalu semua program kita gagal," ujar Anton.
Anton menekankan, faktor iklim juga menjadi faktor yang mempengaruhi cukup signifikan. Iklim dunia saat ini tidak bisa diprediksi.
"Tidak ada satu negara pun di dunia saat ini, yang mampu memberikan kepastian produksi pertaniannya, termasuk kedelai. Hal itu sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dunia saat ini," jelas Anton.
Anton mencontohkan, kegagalan panen kedelai di Amerika Serikat dipengaruhi faktor iklim. Kemudian Vietnam sebagai negara eksportir beras, tahun 2007 lalu mengimpor beras dari Kamboja.
"Padahal selama ini kita membangga-banggakan Vietnam sebagai negara yang sukses produksi beras. Namun, kenyataannya sekarang Vietnam mengimpor beras," papar Anton.Β (dro/qom)











































