Tiga perusahaan pertambangan emas Afsel yang merupakan salah satu penghasil emas terbesar dunia telah mengumumkan penghentian sementara produksinya karena tidak ada suplai energi. Ketiganya adalah Gold Fields, Harmony, AngloGold Ashanti.
Ketiganya melalui pernyataan terpisah mengaku telah mendapatkan pengumuman dari PLN Afsel, Eskom bahwa mereka tak dapat menjamin pasokan listrik ke pertambangannya. Ketiganya juga mengaku tak bisa memastikan kapan mereka bisa berproduksi lagi.
Produsen berlian utama dunia, De Beers juga mengumumkan operasinya di negara tersebut atas alasan yang sama.
Pengumuman tersebut telah melontarkan harga emas dunia ke rekor tertingginya di US$ 923,73 per ounce, sementara Platina melonjak hingga US$ 1.701 per ounce.
Penghentian produksi sejumlah pertambangan di Afsel itu menyebabkan kurangnya suplai. Juru bicara Harmony seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/1/2008) memperkirakan kehilangan produksi emas sekitar 300 kg pada pagi dan sore hari saat pergantian shift dibatalkan. Harmony mengoperasikan 22 tambang emas dan mempekerjakan 43.000 penambang.
"Semua itu total bernilai US$ 85 juta pada harga pasar sekarang," ujar Amelia Soares, juru bicara Harmony.
Sementara Ian Cockerill, chief executive Gold Fields yang memroduksi emas sekitar 200 kg per hari menyatakan, situasi ini sangat serius berdampak pada operasional di Afsel dan memberi dampak negatif pada pertambangan emas.
Afsel kini dilanda gelap gulita akibat tidak adanya pasokan listrik. Hal itu disebabkan oleh buruknya perencanaan kelistrikan dan juga kekurangan batubara secara tiba-tiba.Β Para analis memperingatkan bahwa investor akan kabur jika masalah ini berlarut-larut. Bahkan pagelaran Piala Dunia 2010 bisa saja kena dampaknya.
Menteri Negara Kemasyarakatan Afsel, Alec Erwin mengatakan, permintaan listrik harus dikurangi. Pemerintah akan memberikan insentif dan penalti demi mendongkrak konsumen beralih dari gas ke solar energy untuk penghematan.
"Ini adalah sebuah kenyataan bahwa akan ada kenaikan tarif listrik secara signifikan," imbuhnya. Persetujuan yang telah diberikan adalah kenaikan tarif listrik diatas inflasi sebesar 14,2%.
(qom/qom)











































