Demikian dikatakan oleh Direktur Utama MNA, Hotashi Nababan usai penandatanganan MoU dengan PT Dirgantara Indonesia di gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/1/2007).
"Jumlah pesawat kita untuk Jet ada 22 unit, sedangkan propler 15 unit jadi jumlahnya 37 unit. Meskipun kita membeli itu tidak penambahan, kalau ada pesawat baru kita sifatnya replacement, jadi yang lama diberhentikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dananya dari KSO, operasional dan investasi. Makanya kita juga kerjasama dengan Pemda, seperti Kalimantan namanya joint operation," tuturnya.
Sementara mengenai rencana privatisasi perseroan, dikatakan Hotashi bahwa perseroan masih menunggu lampu hijau dari DPR sebelum membicarakan negosiasi dengan pihak-pihak yang tertarik.
"Dalam rencana privatisasi kita kan carry over dari 2007 yang rencananya akan dilakukan melalui strategic sales," tuturnya. (dnl/ir)











































