Pemicu utama perlambatan ekonomi dunia itu adalah gejolak di pasar finansial dan juga melemahnya perekonomian AS.
Demikian laporan IMF tentang perekonomian dunia yang di-update setiap kuartal, seperti dikutip dari situsnya, Rabu (30/1/2008).
"Tekanan di pasar finansial yang berasal dari sektor subprime AS ----dan hal yang berkaitan telah menyebabkan perbankan kehilangan neraca keseimbangannya ---- telah meluas. Sementara aksi jual besar-besaran di pasar saham baru-baru ini menjadi gejala dari meningkatnya ketidakpastian," demikian pernyataan dari IMF.
IMF juga menyatakan, ada sebuah risiko dari berlanjutnya gejolak di pasar finansial yang akan mengurangi permintaan domestik di negara-negaa berkembang, dengan dampak lanjutan yang melebar ke negara-negara berkembang.
"Pertumbuhan di pasar negara berkembang sangat tergantung dari aliran modal masuk yang kemungkinan bisa terkena dampaknya, sementara momentum permintaan yang kuat dari beberapa negara berkembang memberi potensi kenaikan," jelas IMF.
Sejumlah risiko juga terus meningkat. Para pembuat kebijakan moneter dihadapkan pada tantangan yang sulit untuk menekan risiko tingginya inflasi dan melemahnya aktivitas perekonomian yang melambat.
"Meskipun kemungkinan menurunnya harga minyak mentah dapat mengurangi tekanan inflasi," tambah IMF.
Khusus untuk AS yang kini tengah menghadapi resesi, IMF hanya memperkirakan pertumbuhan 1,5% di tahun 2008. Angka itu turun jauh dibandingkan pertumbuhan 2,2% yang dicatat AS pada tahun 2007.
IMF menilai langkah darurat Bank Sentral AS untuk menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin sudah selayaknya dan sangat membantu.
(qom/ir)











































