Meski restrukturisasi PLN dibatalkan dengan alasan solidaritas sesama BUMN, sekar Telkom juga ingin memberi pelajaran kepada Kementerian BUMN agar tidak seenaknya merestrukturisasi BUMN secara sepihak.
"Kita harus bergandengan tangan tidak harus dengan pasukan karena belum saatnya mengerahkan pasukan secara bersama-sama. Ini karena kita turut prihatin," kata Sekjen Sekar Telkom Wisnu Adhi Wuryanto, dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
Wisnu menyayangkan mengapa Kementerian Negara BUMN sebelumnya begitu ngotot untuk merestrukturisasi PLN. Padahal UU kelistrikan yang mengatur mengenai restrukturisasi ini telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya pengurus Sekar Telkom yang ikut, kita akan bergabung di Jalan Medan Merdeka," tambahnya.
Sekedar info, SP PLN sebelumnya menolak rencana restrukturisasi PLN, yang akan memisahkan dua anak usaha PLN yakni Indonesia Power dan Pembangkitan Jawa Bali. Sebelumnya, SP PLN mengancam akan melaksanakan pemadaman jika penolakan tersebut tidak mendapat respons.
Namun karena resistensinya sangat tinggi, pemerintah akhirnya membatalkan rencana pelepasan IP dan PJB dari PLN. Kedua anak usaha itu batal menjadi BUMN sendiri, namun sahamnya tetap akan dilepas ke publik. (arn/ir)










































